|
A
|
ku tersentak bangun saat
mendengar tangisan dari kamar sebelah.Jam sudah menunjukkan jam 03.00.a.m.Aku
bangun dari tidur dan menghampiri suara tangisan itu ,ternyata ibuku
menangis,didepan ibu terbujur kaku tubuh ayahku.Seketika aku tak sadarkan
diri,setelah aku sadar,sudah banyak orang berkumpul dirumahku.
Keesokan harinya
“Nak,bapakmu sudah meninggal.”Kata ibu dengan suara paraunya,karena dari
semalam ibu menangis.”Ibu….jangan menangis,relakan kepergian bapak Bu..”Kata
Nia dengan air matanya yang bercucuran bagaikan anak sungai yang dialiri air.”Iy
nak…ibu bingung dengan nasib kamu dan adik-adikmu,ibu tidak punya pekerjaan
untuk membiayai pendidikan kalian…”Ibu putus asa. Nia kemudian memeluk ibunya
dan dia berkata “Bu….izinkan Nia bekerja untuk menyambung hidup kita dan
pendidikan adik-adik”.
“Tidak nak…kamu harus kuliah,ingat pesan almarhum bapakmu
sebelum dia pergi”.Kata ibunya.Nia tidak ingin mengecewakan orangtuanya.Dengan
berat dia menjawab ”Baiklah bu…Nia akan melanjutkan kuliah,tapi Nia juga akan
bekerja buat biaya kuliah Nia”.”Berangkatlah nak besok,segera daftar sebelum
telat”.Kata ibunya.”Iya… bu…sekarang nia bersih-bersih kamar dulu,setelah
selesai Nia siap-siap untuk daftar besok”.Kata Nia yang beranjak meninggalkan ibunya.
Pagi-pagi Nia sudah
bangun,setelah selesai solat subuh dia mempersiapkan kembali persyaratan yang
diperlukan saat mendaftar besok.”Ibu…Nia berangkt dulu…Nia pasti pulang kalau
sudah mulai kuliah”.kata nia ,saat berjabat tangan dengan ibunya.Nia juga
berpesan pada adik-adiknya.”Adi jangan nakal dan bantu ibu dirumah ya…?
Setelah tiba di Jakarta Nia
bingung mau daftar dimana,karena dari rumah dia tidak punya tujuan mau kuliah
apa.
“Ya Allah, aku harus
bagaimana? Dimana aku harus mendaftar kuliah”.Kata Nia pelan. Nia berjalan
terus akhirnya dia bertemu dengan seorang cowok yang tidak ia kenal di halte
bus.Cowok itu menyapanya…”selamat siang?lagi nunggu siapa dek?”.”siapa cowok
manis itu…”gumam Nia.Nia kaget,karena dari tadi Nia memperhatikan cowok itu. “saya
tidak menunggu tapi saya…saya mau daftar kuliah, terus saya tidak tau mau
daftar dimana”. Jawab Nia dengan suara tersendat.”kenapa adek gak tau tempatnya??
Apa adek tidak mempersiapkan sejak sekolah dulu?”kata cowok itu lagi.
“Dulu saya niat mau kuliah,tapi
setelah bapak meninggal niat itu sudah musnah”. Jawab Nia dengan muka sedihnya.”maaf…jadi
bapak adek sudah meninggal?kapan bapak adek meninggalnya?”kata cowok itu.” Bapa
ku meninggal seminggu yang lalu…ibu menyuruh ku kuliah,jadi aku harus turuti perintah
ibu…walaupun kayak gini jadinya”.Jawabnya.”By the way,siapa nama adek?”cowok
itu menanyakan namanya.”saya Nia…mas sendiri?”Tanya Nia.”Nama saya Restu,senang
sekali bisa bertemu dengan adek”.kata Restu.
Mereka pergi meninggalkan
tempat itu menuju tempat pendaftaran SNMPTN.”adek coba daftar
disini,mudah-mudahan adek bisa masuk”.kata Restu.”ia…saya akan coba,tapi
fakultas apa yang harus saya ambil?”Tanya Nia bingung.”memangnya adek dulu mau
ambil fakultas apa?? Mas saranin, adek ambil jurusan yang sesuai dengan minat
adek dulu”.kata Restu”.Kalau bapak masih hidup,aku pengen banget ambil jurusan
kesehatan masyarakat,tapi sekarang gak mungkin karena biayanya sangat
mahal”.Tegas Nia dengan wajahnya yang sedih.”Ok…sekarang adek coba dulu,kalau
adek lulus SNMPTN biayanya gak begitu mahal,jadi adek harus bener-bener serius saat
tes nanti”.Restu memberi saran pada Nia.”Baiklah…saya harus bisa!”kata Nia
penuh semangat.
Kemudian nia mengisi
formulirnya,dia mengambil jurusan kesehatan masyarakat.tanpa sepengetahuan Nia,formulir
itu diambil Restu dan dia mengisikan jurusan kedokteran juga.”adek mau tinggal
dimana selama nunggu tes?”tanya Restu saat mereka makan siang.Nia bingung
menjawabnya “aku gak tahu mas..,mungkin dikosan temanku”.
“dimana kosanya? nanti mas antar.”Restu
menawarkan bantuan.aku gak begitu paham,kata temanku gak jauh dari UNIVERSITAS INDONESIA”.jawabnya tidak yakin.
“ok… nanti mas bantu nyari
kosan temen adek.”kata Restu.
Mereka mencari kosan temenya
Nia,akhirnya mereka menemukan juga.Nia tinggal disana.Dia belajar sungguh-sungguh
karena dia berharap bisa masuk di UNIVERSITAS INDONESIA.Universitas dambaan
setiap orang dinegara Indonesia.Nia sudah selesai melaksanakan tes dan tibalah
saat yang menegangkan bagi semua peserta SNMPTN.Restu juga sibuk membantu
mencari hasil tes SNMPTN di internet.Dia senang banget,saat melihat nomor
peserta Nia masuk.Nia masuk di jurusan kesehatan masyarakat dan kedokteran.”ini
kabar baik buat nia “.kata Restu.
“gimana hasil tesnya?’”Tanya
putri temen Nia.”aku gak tahu…aku harap sie masuk”.jawab Nia yakin.Tiba-tiba HP nia
berdering,ada pesan dari Restu.Isinya “dek..,mas bangga sama adek ,karena adek
bisa membuktikan ke ibu adek ,kalau adek bisa lulus SNMPTN. Adek mau pilih yang
mana?kesehatan masyarakat atau kedokteran?”
Nia bahagia dan kaget,karena
dia tidak mengambil kedokteran,tapi kenapa masuk?? akhirnya Mereka bertemu
dikampus.
“Aku ga ambil
kedokteran,tapi kenapa bisa masuk mas??”kata Nia ke Restu.”maafin mas …yang
ngisi formulir pilihan jurusan mas,karena mas ingin adek satu fakultas dengan
mas,biar mas bisa jagain adek disini,..adek kan disini gak ada saudara”.kata
Restu.”jadi….mas kuliah disini?!”Tanya Nia.”Iya…mas kuliah disini, mas ngambil
fakultas kedokteran dan sekarang mas semester tujuh”.jawab Restu.”kenapa mas ga
bilang dari dulu,kenapa mas bilang samaku kalau mas Cuma kerja disini??”Nia
agak kecewa.
‘mas disini kerja sekaligus kuliah….nasib
mas lebih pahit daripada adek. Mas anak yatim piatu.dari dulu mas selalu
mandiri,karena ketabahan dan kesabaran mas,mas bisa kuliah dan bekerja”.Restu
memberi penjelasan pada Nia. Tanpa disadari Nia menangis dia ingat bapaknya
yang sudah meninggal. Restu gak peduli,dia melanjutkan ceritanya.”Ibu mas
meninggal ketika umur mas masih 6 tahun.saat itu mas yang mengurusi pekerjaan
rumah.walaupun mas anak terakhir tapi mas tetap mandiri.saat mas kelas 6 SD
bapak meninggal.jadi mas dan kakak-kakak mas hidup hanya bertiga.Mas punya
tekad untuk merubah .Akhirnya sekarang mas bisa merasakan perubahan hidup ini
walaupun belum semua.Restu mengakhiri pembicaraannya.”maafin aku mas.. ternyata
hidup mas lebih pahit daripada hidupku”.kata Nia dengan rasa penyesalannya.”tapi
biaya kedokteran sangat mahal mas..,gimana caranya aku dapat membayarnya?”Tanya
Nia lagi.”adek bisa minta sedikit dari ibu,yang lainnya mas akan bantu
adek”.kata Restu.”Adek jangan khawatir,mas ada tabungan sediki, mudah-mudahan
bisa digunakan untuk bantu adek”.kata Restu.
“Mas sangat baik dengan
aku,aku ga mau ngerepotin mas..“.Nia menolak bantuan Restu. “Adek jangan merasa
ga enak,mas sudah kerja bantu dokter dikliniknya.jadi mas punya simpanan
cukup,jadi adek jangan khawatir”.Restu memberi penjelasan ke Nia. “Terimakasih
sebelumnya….aku janji akan bantu mas,aku juga pengen banget bisa kerja kayak
mas”.kata Nia.”Baiklah….”Restu tersenyum.
Dari sinilah Restu dan Nia
memiliki perasaan yang sama.Mereka merasa cocok karena keadaan mereka juga
sama. Nia kuliahdengan semangat,ibunya sangat bangga karena anak pertamanya
bisa kuliah diUniversitas Indonesia dengan mengambil fakultas kedokteran. Bahkan
dia tidak meminta biaya pada ibunya,karena dia sambil bekerja diklinik dengan
Restu.Setiap bulannya dia selalu mengirim sebagian gajinya untuk ibu dan
adik-adiknya.
Saat penyusunan skripsi,dia
pulang kerumah,sampai dirumah dia memeluk ibunya.”ibu…ibu baik-baik aja
kan?”Tanya Nia pada ibunya.”Ibu baik-baik aja….kamu sekarang terlihat cantik
dan dewasa nak..”.Kata ibu memuji Nia.”Ibu jangan memuji Nia terlalu
berlebihan”.jawab Nia malu.
“Mana cowok kamu yang pernah
kamu certain keibu?siapa namanya”?tanya ibu.Dia penasaran dengan teman cowok
anaknya.”o….namanya Restu Bu..dia sudah lulus dan sekarang dia tugas
diBogor”.Jawab Nia. ”Jadi kamu tidak
pernah ketemu?”Tanya ibunya lagi.Nia menjawab”Iya bu..,kami jarang ketemu.tapi komunikasi
melalui HP tetap ada kok Bu…”.
Nia menikmati liburannya
dirumah dengan ibu dan adik-adiknya.Dia sangat bahagia melihat perubahan pada
keluarganya sejak dia kuliah di fakultas kedokteran, ibunya semakin bangga
dengan putri satu-satunya.
Akhirnya dia pulang kejakarta.tiba
di Jakarta dia menyelesaikan skripsinya.sebelum pelaksanaan sidang,Restu
menemui Nia.”kapan datang ke Jakarta mas?kok gak kasih tahu aku”?tanya nia.”Tadi
jam 9.mas mau buat kejutan buat adek….”jawabnya santai.”sebenarya mas datang ke
Jakarta mau mengatakan sesuatu…..”ucapanya di potong nia.”Mas mau bilang,kalau
mas cinta sama adek,mas pingin adek jadi pendamping mas nanti”? Restu
menyatakan cintanya pada Nia yang sudah hampir 5 tahun terpendam.”muka
Nia
berubah merah.ternyata cinta yang selama ini dia miliki tidak sia-sia. adek juga
cinta sama mas sejak pertama aku ketemu mas“.balas Nia malu-malu.”kenapa,adek
gak bilang sama mas dari dulu “?kata Restu.Nia menjawab.”karna aku bukan tipe
cewek yang agresif.
“uhh..…..mas tahu gini,dari dulu bilangnya,lihat mas!! 5
tahun menuggu badan mas jadi kurus.”kata
Restu.”bukan karena nunggu aku ,tapi
makanya yang kurang”.Nia mengejek Restu.
Setelah Nia menerima cinta
Restu,dia kembali ke Bogor lagi.Sebelum dia pergi dia berkata pada nia
“hati-hati disini.jaga diri baik-baik.pesan Restu.”mas akan datang di hari
wisuda adek”kata Restu.”iya….mas hati-hati juga
disana.”pesan Nia”.
Acara
wisuda tiba ,Nia sudah mempersiapkan semuanya.karena hari ini dia akan
dinobatkan menjadi seoarang Sarjana Kedokteran.”Bu.. kenapa mas Restu belum juga
datang ya”?tanya Nia pada ibunya.
Ibunya
menjawab dia mungkin masih dijalan”.Acara wisuda telah selesai,Nia
khawatir,kenapa mas Restu belum dating juga.”Tuhan lindungilah dia”.nia selalu
berdoa.tiba-tiba HP-nya berbunyi.
“Apa…..!!!!Nia menjerit.
Kemudian dia tak sadarkan
diri.lalu orang-orang membantu mengangkat Nia ke tempat lain.Innalillaha
wainnailaihi rojiun.”bibir ibuny Nia gemetar mengucap lafadz itu.Saat upacara
pemakaman banyak temen Restu dan Nia yang hadir.Nia sudah tak bisa menahan
kesedihanya.Dia pingsan lagi. Satu minggu sudah berlalu,Nia tak bisa melupakan
Restu,seseorang yang dia cinta,kini dia telah pergi untuk selama-lamanya.
“mas Restu,aku akan
menggantikan tugas mas di daerah itu.dan aku akan selalu ingat dirimu
selamanya………
